Pemerintah berharap, 2011 nanti mobil ramah lingkungan dengan harga terjangkau sudah bisa diproduksi dan dipasarkan di dalam negeri. Rumusan mobil ramah lingkungan menurut pemerintah adalah harus memiliki tingkat konsumsi bahan bakar yang rendah dan harganya terjangkau.
"Rumusan kita konsumsi bahan bakarnya satu liter banding 22 kilometer (km)," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat, dalam wawancara bersama ANTARA di Jakarta, Senin (20/7). Sedangkan terjangkau menurut Hidayat, mobil tersebut harganya bisa di bawah Rp100 juta.
Ia menjelaskan, seperti kebijakan negara lain di dunia yang menjalankan eco car, eco friendly, maka pemerintah pun akan melaksanakan kebijakan yang sama. Kebijakan tersebut mengarah pada
produksi mobil hemat energi, ramah lingkungan, dengan harga terjangkau (HERLT).
Hidayat menyebutkan, jika konsumsi BBMnya rendah, maka tingkat gas buangnya juga akan rendah. "Mobil-mobil yang lalu lalang di jalan sekarang kan masih banyak yang konsumsi bahan bakar satu liter banding delapan kilometer," ujarnya.
Indonesia, menurut Hidayat memiliki peluang untuk dijadikan basis produksi pengembangan kendaraan bermotor HERLT tersebut, dengan potensi pasar berkisar antara 300.000 hingga 600.000 unit per tahun.
Kendaraan tersebut akan memasuki segmen pasar transisi kendaraan bermotor roda dua ke roda empat, dan menggeser pasar kendaraan roda empat tua. Saat ini, kebijakan terkait mobil hemat energi, ramah lingkungan, dengan harga terjangkau masih dibahas di interdep. (liputan6.com) |